Perpajakan Untuk Dana Desa

Pada tahun 2014, dana desa menjadi bahasan politik yang akhirnya direalisasikan dalam bentuk Undang-Undang Desa yaitu Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014. Dana desa yang bergulir ke kas desa tentu harus dikelola sebaik mungkin dan perorangan yang ditunjuk sebagai bendahara desa harus memahami fungsinya sebagai juru bayar dan juga sebagai Wajib Pungut yang bertugas menghitung, memotong/memungut, menyetor dan melaporkan pajak atas pembelanjaan dana desa tersebut.

Seseorang yang ditunjuk sebagai bendahara desa harus memahami fungsinya sebagai seorang Wajib Pungut yang tugasnya seperti yang telah saya sebutkan diatas tadi. Karena prinsip pajak yang menganut self assessement system maka bendahara diberikan tanggung jawab dan kepercayaan untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya. Namun tidak sedikit bendahara desa yang kebingungan dan tidak memahami aturan-aturan yang terkait dengan perpajakan. Maka dari itu saya coba uraikan tugas bendahara desa dalam mengelola keuangannya khususnya dalam hal perpajakannya.
MENDAFTARKAN DIRI
Sebelum melangkah lebih jauh maka ada kewajiban dasar sebagai wajib pajak/wajib pungut yaitu memiliki NPWP. Disini NPWP yang didaftarkan adalah NPWP atas nama Desa/Bendahara Desa, bukan NPWP atas nama orang yang ditugaskan sebagai bendahara. Persyaratan yang harus dilengkapi untuk memiliki NPWP adalah Fotokopi Surat Penunjukan Sebagai Bendahara Desa dan Fotokopi KTP Bendahara yang bersangkutan.
JENIS-JENIS PAJAK TERKAIT DANA DESA
Sama seperti kewajiban bendahara pemerintah dan wajib pajak swasta lainnya, bendahara dana desa juga mempunyai hak untuk memotong/memungut, menyetorkan dan melaporkan pajak-pajak sebagai berikut:
1. PPh Pasal 21
2. PPh Pasal 22
3. PPh Pasal 23
4. PPh Pasal 4 Ayat (2)
5. PPN Dalam Negeri
PPh Pasal 21
Adalah pajak yang dipotong oleh bendahara desa yang terkait dengan pembayaran gaji, upah, honorarium, bonus, insentif atau pembayaran lain kepada orang pribadi. Termasuk di dalamnya adalah atas pembayaran kepada individu bendahara desa itu sendiri, apabila telah melebihi batasan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), maka bendahara wajib memotong pajak untuk dirinya sendiri.
PPh Pasal 22
Adalah pajak yang dipungut dari pihak ketiga (pengusaha/toko) oleh bendahara dalam hal pembayaran/pembelian barang dengan nilai diatas Rp.2.000.000,00 (dua juta rupiah) dan bukan transaksi yang terpecah-pecah. Tarifnya adalah 1,5% dari Dasar Pengenaan Pajak apabila pihak ketiga tersebut (pengusaha/toko) memiliki NPWP, apabila tidak memiliki NPWP maka tarifnya menjadi 3%.
PPh Pasal 23
Pajak yang dipotong dari penghasilan yang diterima rekanan atas sewa (tidak termasuk sewa tanah dan atau bangunan), serta imbalan jasa manajemen, jasa teknik, jasa konsultan dan jasa lain. Tarifnya untuk penghasilan atas jasa adalah 2%jika rekanan ber-NPWP, jika belum punya NPWP dipungut 4% atau 100% lebih tinggi.
PPh Pasal 4 Ayat (2)
Pajak yang dipotong atas pembayaran:
1. Persewaan Tanah dan/atau Bangunan (tarif 10%);
2. Pengalihan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan (tarif 5%);
3. Jasa Konstruksi (perencana, pelaksana dan pengawas)
Pajak Pertambahan Nilai (PPN Dalam Negeri)
Pemungutan atas pembelian Barang/ Jasa Kena Pajak yang jumlahnya diatas Rp. 1.000.000,- tidak merupakan pembayaran yang terpecah-pecah. Ingat sangat dianjurkan agar rekanan bendahara desa harus sudah PKP dan sudah mempunyai nomor seri faktur pajak. Kenapa harus PKP? karena hanya PKP yang bisa menerbitkan faktur pajak. Jika ngeyel menggunakan rekanan non PKP maka PPN tetap dipungut bendahara tetapi untuk pertanggungjawaban administrasinya kurang lengkap karena tidak ada faktur pajak, dan ini kadang yang jadi temuan inspektorat terkait.
 
Untuk contoh kasus penggunaan dana desa dan perhitungan pajaknya akan saya bahas pada postingan selanjutnya. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana cara mengisi kode setoran pajak, menyetorkannya ke bank menggunakan SSP ataupun ebilling dan melaporkan pajak tersebut ke kantor pelayanan pajak.
 
Semoga Bermanfaat
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s