Antara Oktan 92 dan Oktan 90

premium-pertamax-pertalite-800x474-620x350

Jenis Bahan Bakar di SPBU

Dari kemarin isi blog ini cuma soal pajak terus, sekali-sekali diisi yang lain dong biar variatif. Kebetulan saya punya cerita soal pengalaman menggunakan bahan bakar yang masih bisa dibilang baru kehadirannya di Kota Palu ini untuk motor saya Honda Vario 125. Pertalite untuk teman-teman yang berada di Pulau Jawa mungkin bukanlah barang yang baru, tapi bagi kami yang ada di Sulawesi kehadiran Pertalite sudah ditunggu-tunggu sejak lama.

Selama ini saya terbiasa menggunakan Pertamax untuk bahan bakar motor saya. Bukan tanpa alasan saya memilih Pertamax, karena nilai kompresi Honda Vario Techno 125 FI adalah 11:1 maka rekomendasi pabrikan menyarankan menggunakan bahan bakar dengan oktan 92. Dan memang sejak keluar dari dealer motor saya sudah terbiasa menenggak pertamax sebagai bahan bakarnya. Pernah beberapa kali saya mencoba menggunakan premium bahkan premium yang dijual di eceran saat, namun ternyata memang efeknya sangat terasa pada saat akselerasi dan top speed. Bahkan saat saya menggunakan premium dalam jangka waktu dua minggu, pada mesin muncul gejala ngelitik atau knocking yang disebabkan karena proses pembakaran yang tidak sempurna.

Pilihan bahan bakar pun akhirnya saya kembalikan pada pertamax. Ya memang harganya pada saat itu cukup mahal sekitar 10.500 per liternya, tapi demi performa yang maksimal saya rela merogoh kocek agak dalam demi mendapatkan hasil terbaik. Hingga akhirnya pertalite masuk ke kota ini dan saya akhirnya mencoba untuk mencicipi kualitas dari bahan bakar dengan oktan 90 ini. Sekitar bulan April lalu ketika indikator bahan bakar mulai berkedip saya langsung menuju ke SPBU yang menyediakan pertalite. Langsung saya minta petugasnya untuk mengisikan 4 liter ke dalam tangki Vario saya. Tidak lupa saya mencatat posisi odometer pada saat pengisian, untuk mengetahui tingkat efisiensi kedua jenis bahan bakar.

Satu hari pertama saya tidak merasakan perbedaan yang mencolok antara pertalite dengan pertamax, namun pada hari kedua saat saya harus mengejar absensi kantor di pagi hari saya mulai merasakan bahwa tenaga mesin yang dikeluarkan Vario tidak segarang sebelumnya. Akselerasi terkesan agak lambat dibanding saat saya menggunakan pertamax. Saya harus menarik gas lebih dalam untuk mendapatkan tenaga yang diinginkan. Disinilah mulai terasa perbedaan antara keduanya dan menjadi referensi untuk pemilihan bahan bakar.

Perbedaan kedua adalah mengenai efisiensi penggunaan bahan bakar. Saya menggunakan aplikasi ‘milage’ di Android untuk merekam penggunaan bahan bakar dan mengetahui nilai efisiensi per liternya. Saat menggunakan pertamax saya mendapatnkan angka 1:48,8. Artinya 1 liter pertamax mampu menempuh perjalanan hingga 48,8 kilometer. Sedangkan saat menggunakan pertalite efisensinya menurun hingga 1:33,9 yang berarti 1 liter pertalite hanya bisa menempuh 33,9 kilometer saja. Mungkin salah satu penyebabnya adalah karena pola berkendara saya, namun dengan selisih yang sejauh itu rasanya terlalu aneh bagi saya.

Catatan efisiensi terbaik saya menggunakan Vario 125 dengan bahan bakar pertamax adalah 1:52 dimana 1 liter bisa menempuh jarak hingga 52 kilometer. Hasil itu saya dapat dengan susah payah berusaha menerapkan pola berkendara eco riding. Saat saya kembali sembrono dalam berkendara hasilnya pun menurun tidak terlalu jauh menjadi 1:48,8. Tapi saat bahan bakar diganti menjadi pertalite, justru turun sangat jauh dari sebelumnya. Jadi kesimpulan saya, kadar oktan dalam bahan bakar meski bukan satu-satunya, menjadi penentu tingkat keiritan atau efisiensi. Selain dari itu juga memberikan efek yang berbeda terhadap performa mesin. Setidaknya itu adalah ujicoba yang saya lakukan tanpa melakukan riset mendalam, hanya berdasarkan pengalaman dan perkiraan saya sendiri. Tentunya hasil berbeda bisa saja terjadi terlebih jika ujicoba dilakukan dengan riset dan analisis yang lebih mendalam.

Advertisements

One thought on “Antara Oktan 92 dan Oktan 90

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s