Perubahan Kode Akun Pajak

Tanggal 21 Desember 2015 kemarin telah dikeluarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-44/PJ/2015 tentang Bentuk Formulir Surat Setoran Pajak. Salah satu yang diatur dalam Peraturan Dirjen tersebut adalah tentang perubahan kode jenis setoran.Salah satu perubahan mendasar pada Peraturan Dirjen ini adalah penambahan secara rinci kode jenis setoran pada bendahara pemerintah. Yaitu dengan ditambahkannya kode 910, 920 dan 930.

  1. Kode 910 dipergunakan untuk pemungutan oleh Bendahara APBN;
  2. Kode 920 dipergunakan untuk pemungutan oleh Bendahara APBD;
  3. Kode 930 dipergunakan untuk pemungutan oleh Bendahara Dana Desa.

Lebih  lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Kode Akun 1

Kode Akun Pajak (Bagian 1)

Kode Akun 2

Kode Akun Pajak (Bagian 2)

Kode Akun 3

Kode Akun Pajak (Bagian 3)

Kode Akun 4

Kode Akun Pajak (Bagian 4)

Dan perlu diingat bahwa saat menerbitkan kode biling atas pemungutan pajak dari pihak ketiga, tetap harus dilakukan oleh bendahara. Artinya bendahara tetap bertanggung jawab untuk membuat kode biling atas nama rekanan pihak ketiga, bukan rekanan yang diminta membuat kode biling atas setoran dari pemungutan yang dilakukan oleh bendahara.

Mengapa demikian? Karena jika rekanan membuat biling menggunakan user mereka sendiri, maka kode 910, 920 atau 930 tidak akan muncul. Bendahara jangan memaksa rekanan untuk tetap menggunakan user rekanan, karena pajak yang sifatnya dipungut merupakan sepenuhnya tanggung jawab bendahara.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s