Ilmu Sesat: Oli Mobil Untuk Motor Matic

Vario Putih

Honda Vario 125 PGMFI ISS (Diambil dari Google Images)

Ibarat darah di dalam tubuh manusia, oli mesin juga punya peran penting di dalam mesin kendaraan. Kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman penggunaan oli mesin untuk motor Honda Vario 125 milik saya. Disini saya tidak mengajak siapapun yang berkunjung di blog ini untuk mencoba atau meniru apa yang saya lakukan, kalaupun ada yang ingin meniru pastikan Do With Your Own Risk.

Awalnya saya hanya coba-coba setelah melihat postingan member di salah satu grup facebook. Postingan itu membahas penggunaan oli mesin diesel yang digunakan untuk motuba (mobil tua bangka) miliknya yang bermesin bensin. Kelihatannya memang aneh, karena mesin diesel beda dengan mesin bensin. Karena penasaran akhirnya saya berburu informasi melalui mbah google untuk memastikan kebenarannya. Ternyata memang banyak yang melakukan eksperimen menggunakan oli diesel untuk mesin bensin.

Singkat cerita, saya pun mencobanya di mobil saya. Saat sudah waktunya mengganti oli, maka penggantinya adalah oli mesin diesel. Yaitu Pertamina Meditran S. Hanya saja, saya menggunakan oli ini hanya sebagai pembilas saja, yaitu saya gunakan untuk 500 kilometer. Setelah itu dibuang kembali, ganti filter oli, lalu diisi kembali dengan oli Pertamina Meditran SX. Kenapa begitu? Karena saya hanya mencoba saja, mengikuti apa yang saya baca di grup, forum ataupun artikel-artikel otomotif di internet.

Testimoni saya pun singkat saja, intinya saya puas menggunakan oli diesel di mobil saya yang berbahan bakar bensin. Beberapa hal yang saya rasakan setelah mengganti oli dengan oli diesel adalah mesin menjadi lebih halus, lebih mudah di starter dan lebih mudah saat melakukan perpindahan perseneling. Setidaknya itulah pengalaman saya pribadi, menabrak kebiasaan dengan sesuatu yang berbeda tapi siap dengan segala risikonya.

Puas dengan mesin mobil, akhirnya saya pun ingin melakukan sesuatu yang berbeda untuk motor saya. Honda Vario 125 PGM-FI lansiran tahun 2013 adalah objek yang ingin saya jadikan objek percobaan. Kali ini oli mesin mobil untuk mesin motor matic. Kelihatannya agak konyol ya, tapi saya sudah pernah kok mencobanya sebelum menggunakan Honda Vario.

Saat masih menggunakan Honda Mega Pro lansiran tahun 2009, oli yang saya gunakan adalah oli mesin mobil yaitu Pertamina Prima XP. Walaupun akhirnya saya tahu bahwa pilihan saya tersebut adalah sebuah kesalahan, tapi setidaknya selama saya menggunakannya tidak pernah terjadi masalah.

Lalu apa yang saya gunakan sekarang dan apa memilih menggunakan oli mesin mobil? Yang saya gunakan sekarang adalah oli Shell Helix HX7 dengan SAR 10-40. Sedangkan oli default Honda Vario adalah AHM Oil 10-30. Mengenai alasan mengapa saya memilih oli mesin mobil adalah karena pada mesin motor matic memiliki persamaan dengan mesin mobil. Yaitu sistem transmisinya menggunakan kopling kering, dimana kopling pada mesin mobil tidak terendam oli.

Begitu pula dengan motor matic, kopling otomatis yang digunakan pada mesin matic juga tidak dilumasi/direndam oli. Berbeda dengan motor manual, dimana sistem transmisi dan koplingnya semua terendam oli alias menggunakan kopling basah. Selain itu SAE yang digunakan juga hampir sama. Jika AHM Oil menggunakan SAE 10-30, maka Shell Helix HX7 menggunakan SAE 10-40. Angka ini menunjukkan tingkat kekentalan oli mesin atau bahasa fisikanya viskositas. Kegunaannya apa, saya sudah lupa. Bisa dicari di mbah google.

Shell HX7

Shell Helix HX7 (Images From Google)

Sebelum menggunakan Shell Helix HX7 saya menggunakan Pertamina Enduro Matic. Sebenarnya bukan tidak puas dengan Enduro Matic, tapi oli ini sama seperti AHM. Cepat sekali encer dan membuat berisik di mesin. Apalagi mesin matic terkenal kemresek tidak seperti mesin motor manual. Setelah membaca banyak testimoni di beberapa grup dan artikel-artikel di internet saya pun mencobanya, menggunakan oli mobil untuk oli motor matic. Dan hasilnya luar biasa.

Hingga saya membuat tulisan ini, oli di motor saya sudah menempuh jarak 800 kilometer. Tapi belum ada perubahan performa kendaraan. Masih tetap halus suaranya dan masih sangat responsif di tarikan bawah maupun atas. Sewaktu menggunanakan Enduro Matic, mencapai speed 80 kilometer per jam mesin rasanya seperti bergetar dan menggerung, tapi setelah menggunakan Shell HX7 kadang saya tidak sadar kalau speed-nya sudah melebihi 80 kilometer per jam.

Setidaknya dengan tarikan mesin yang ringan, membuat kerja mesin juga tidak terlalu berat sehingga konsumsi BBM juga makin irit. Walaupun ini sesat, menggunakan oli yang tidak sesuai anjuran pabriknya, tapi saya mendapatkan hasil yang memuaskan. Hasil yang justru lebih baik daripada anjuran pabrikan menggunakan oli yang setara dengan minyak jelantah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s