Menggapai Target di Sisa Waktu

Tak terasa sudah 1 bulan berlalu dari semester kedua di tahun ini. Artinya hanya tersisa waktu selama 5 bulan dihitung sejak hari ini, hingga akhir tahun nanti untuk mengejar dan menggapai target dan tujuan di tahun 2016 ini. Kalau buat saya, target yang pasti hanyalah meraup rupiah sebanyak-banyaknya bersama para punggawa DJP lainnya untuk memenuhi target APBN tahun ini.Bekerja pada institusi yang bertugas mengumpulkan pundi-pundi negara bukanlah hal yang mudah. Tantangan yang di hadapi sama beratnya seperti tentara yang bertugas di medan perang. Cibiran dan makian sudah menjadi makanan saya sehari-hari terkait dengan pekerjaan saya, tapi itu bukanlah halangan. Menyerah bukanlah pilihan. Apapun yang terjadi saya harus tetap melangkah dan terus melangkah hingga garis finish nanti pada 31 Desember 2016.

Melihat realisasi penerimaan negara pagi ini ternyata baru terkumpul sekitar 39,50% dari target 1.300 triliun. Masih sangat jauh dari angka 100%. Upaya ekstra dan kerja keras menjadi kewajiban bagi kami untuk merealisasikan target tersebut. Beragam kebijakan dan peraturan disusun sedemikian rupa oleh para petinggi saya demi memuluskan langkah meraup rupiah tersebut. Berhasil atau tidaknya bergantung pada kesigapan kami seluruh pegawai DJP melaksanakan paket-paket kebijakan dan peraturan tersebut, dan juga peran serta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung program tersebut.

Mengapa harus seluruh lapisan masyarakat? Perlu diketahui, negara ini perlu peran serta seluruh warga negaranya tanpa kecuali. Termasuk dalam hal pembiayaan negara ini. Semua warga negara harus berpartisipasi aktif dalam mewujudkan penerimaan pajak dapat terealisasi sesuai targetnya. Partisipasi disini tidak hanya dengan membayar pajak saja, tetapi juga dengan ikut melakukan sosialisasi aktif kepada warga negara lainnya. Dengan demikian semua orang/semua warga negara memahami apa itu pajak dan untuk apa pajak itu digunakan.

Pajak itu milik bersama karena pajak dikumpulkan dari semua warga negara. Di sisa waktu ini sebuah proyek besar pemerintah juga tengah bergulir, yaitu pengampunan pajak. Perdebatan dan pro kontra terkait hal ini juga terus menggeliat, bahkan tidak ada kelompok masyarakat yang langsung menggugat hal ini ke Mahkamah Konstitusi. Saya tidak mau berkomentar terlalu mendalam terkait masalah pengampunan pajak. Tapi lihatlah dari sisi positif mengenai hal ini.

Negara ini butuh uang banyak agar perekonomian yang sedang melemah, tidak terus melemah ke titik yang paling dalam. Dengan adanya repatriasi atau pengalihan dana yang dimiliki WNI diluar negeri ke Indonesia, diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi negara ini. Secara tidak langsung tentu yang diharapkan adalah perekonomian yang sedang lesu bisa kembali bangkit. Inilah harapan yang diinginkan dari para petinggi negeri ini.

Meski pro dan kontra, setidaknya peraturan ini harus tetap dan terus berjalan (selama belum ada putusan MK terkait gugatan atas UU Pengampunan Pajak). Negara ini tidak membutuhkan orang yang hanya bisa berkoar-koar di dunia nyata maupun di dunia maya mengkritik kebijakan pemerintah. Tetapi butuh orang yang dengan nasionalismenya bahu-membahu mengangkat negeri ini bangkit dari keterpurukannya. Dengan apa? Apapun bisa dilakukan. Sekecil apapun usaha kita semua sepanjang itu bisa bermanfaat untuk orang lain dan juga negara, tentunya juga turut meringankan tugas pemerintah.

Maka jadilah orang yang menjadi bagian dari keberhasilan, bukan malah menjadi bagian dari kegagalan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s